Description
Banyak buku teks tentang penyakit yang dapat menjadi rujukan mahasiswa kedokteran maupun dokter umum. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut untuk menangani pasien di klinik/rumah sakit. Misalnya, mahasiswa/dokter sudah belajar tentang radang usus buntu atau apendisitsis. Ada pasien datang keluhannya sakit perut. Mahasiswa/dokter harus menentukan apakah sakit perutnya disebabkan radang usus buntu atau bukan, karena sakit perut dapat disebabkan macama-macam penyakit seperti yang telah dipelajarinya selama ini. Mungkin batu empedu, mungkin sakit lambung biasa, atau salah makan dan seterusnya. Atau malahan tumor ganas di perut.
Berdasarkan ilmu yang dipelajarinya, dokter membuat hipotesis penyakit apa yang sedang diderita pasien tersebut. Ini disebut dengan membuat diagnosis diferensial yaitu daftar kemungkinan-kemungkinan diagnosisnya. Langkah berikutnya adalah pengumpulan data subjektif dengan menanyakan keluhan pasien dan data objektif dengan memeriksa pasien dan meminta pemeriksaan lain seperti laboratorium dan rontgen. Dengan demikian makin mengerucut kemungkinannya menjadi 2 atau 3 kemungkinan, atau bahkan sudah dapat dipastikan diagnosisnya. Sehingga kemudian dapat ditindak lanjuti dengan pengobatan yang tepat.
Proses yang disebut penalaran klinis ini memang jarang diajarkan kepada mahasiswa. Buku ini menjembatani antara teori dan praktek; pasien yang datang dengan masalah akan dapat didiagnosis dengan sistematis. Karenanya berbeda dengan buku teks lain, bab dibuka dengan skenario atau masalah yang sedang dihadapi pasien. Disusul dengan menyusun diagnosis diferensial penyakit yang mungkin berdasarkan ilmu yang selama ini dipelajari. Berikutnya melakukan anamnesis untuk mengumpulkan data subjektif guna mengkonfirmasi hipotesis atau menolaknya; sehingga diagnosis diferensial dapat dikurangi. Dengan pemeriksaan fisik dan (kalau perlu) pemeriksaan laboratorium atau radiologi yang merupakan data objektif, diagnosis dapat ditegakkan. Selanjutnya tindakan terapi, pada kasus-kasus bedah tentu saja bila perlu dilakukan pembedahan dengan persiapan terlebih dahulu.
Setelah selesai menguraikan kasus, agar memberi manfaat lebih diberikan apa yang dapat dipelajari dari kasus, pada pembahasan refleksi kasus. Juga diberikan panduan apa yang biasanya ditanyakan oleh pasien atau keluarganya berdasarkan pengalaman praktek selama ini. Akhirnya disajikan tambahan teori dan daftar pustaka lanjutan apabila pembelajar ingin mengrtahui lebih dalam.
Penulis: Bambang Sugeng Sastroasmoro





Reviews
There are no reviews yet.